Minggu, 21 Agustus 2011

SUper Smartphone Murah

Kapan lagi memiliki samrtphone berteknologi tinggi dan berharga murah. Tentu barangnya pasti MAde In China. Siapa bisa menandingi China sekarang ini? Di sektor manufaktur industri telekomunikasi saat ini hampir semua brand papan atas berbasis di sana. Dan, negeri ini tidak saja menjadi sekadar pembuat, tetapi juga membidik pasar, bahkan "merusak" pasar.



Di Indonesia, rata-rata harga jual ponsel Android kelas supersmartphone berada di kisaran Rp 5 juta. Namun, produk yang dibuat oleh Foxconn bakal menjungkirkan harga jual untuk ponsel-ponsel kelas teknologi tinggi. Ya, produk bernama Xiao Mi Phone telah diumumkan dan bakal dirilis di pasar pada 29 Agustus untuk preorder. Produk ponsel berbasis Android ini akan dijual sekitar Rp 2,6 juta saja!



Anda mungkin tak kaget. Tetapi, jika melihat spesifikasi yang diumumkan oleh pabrikan yang sudah akrab dengan Apple Corp, hal ini pasti tak akan percaya. Ponsel ini memakai sistem operasi Gingerbread. OS versi yang telah dipakai pada ponsel seperti Samsung Galaxy SII ataupun HTC Sensation. Lantas, prosesornya memiliki kecepatan komputasi tertinggi untuk kelas ponsel sampai saat ini, yaitu 1,5 GHz dual core bikinan Qualcomm, ditopang pula oleh prosesor grafis buatan Adreno. Memorinya mencapai 1 GB RAM dan 4 GB ROM (plus microSD yang bisa muat sampai 32 GB). Dari sini saja sudah bikin merinding kompetitor kawakan.



Lantas, ponsel seberat 149 gram ini punya kamera utama 8 MP. Ini juga setara dengan Samsung Galaxy SII yang paling dibicarakan konsumen. Untuk menunjang "pekerjaan" ponsel dengan ukuran layar diagonal 4 inci ini, dibutuhkan baterai dengan kapasitas 1.930 mAH. Kapasitas ini juga lebih besar dibanding HTC Sensation sekalipun.



Kita tentu bertanya-tanya, bagaimana bisa Foxconn membuat perangkat high end sedemikian murah? Jangan-jangan kualitasnya jauh benar dengan produk eksis. Sementara kita tunggu saja produknya mampir Indonesia. Barang baru sampai ke tangan pembeli pertama pada Oktober. (dikutip dari Forsel)

Bocah Tujuh Tahun Jadi Pengusaha Aplikasi iPhone



Seharusnya inilah yang dipupuk di negeri Indonesia ini, ya lihat saja aplikasi game yang kebanyakan dipakai tidak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa. Nah ini terjadi pada Connor Zamary, seorang bocah tujuh tahun dari Ohio, Amerika Serikat mengambil langkah raksasa dengan menyalip rekan sebayanya. Dia membuat perusahaan aplikasi iPhone sendiri. Toaster Pop, sebuah game yang ditujukan pada anak-anak, merupakan karya pertamanya.



Bukan hanya sebagai pencetus ide, siswa kelas satu SD ini melakukan sendiri tugasnya sebagai entrepreneur, mulai dari melakukan pendekatan terhadap para investor, membuat presentasi, menyelesaikan berkas-berkas hukum, hingga melakukan conference call dengan pengembang dari West Coast.



Hanya saja, ada satu hal yang belum bisa dilakukannya, yaitu mengirim email dari alamat pribadinya. Karena belum cukup umur, ia masih menumpang alamat email ayahnya untuk menjalankan bisnisnya.



Craig Zamary, ayah Connor yang merupakan pendiri sekaligus direktur GreenEnergy TV mengatakan ia memang ikut membantu Connor, namun sebagian besar pekerjaan dilakukan secara mandiri oleh putranya. "Ini adalah bisnisnya, apa yang ingin ia lakukan. Bila dia melakukan kesalahan, itu adalah kesempatan baginya untuk belajar," ujarnya seperti dikutip Cnet, Jum'at, 19 Agustus 2011.



Ide permainan ini ternyata juga datang dari ayahnya sendiri. "Ayahku bercerita tentang pemanggang roti kuno yang belum pernah kulihat," ujar Connor. Dari cerita ayahnya itu, ia mendapatkan ide untuk membuat aplikasi permainan dimana roti yang keluar dari pemanggang kemudian mendarat di piring dan harus segera diolesi dengan mentega atau selai. Toaster Pop mendapat sambutan baik oleh pengguna iPhone dengan rating lima bintang.



Connor mengatakan, bagian yang paling menantang selama menjalani bisnisnya ini adalah saat mendekati para investor. "Aku gugup sekali," ujarnya. Saat ini Connor sedang mempersiapkan rilis terbaru dari aplikasi yang dijualnya dengan harga 99 sen ini.



Di keluarganya, tampaknya Connor tidak akan sendirian lagi dalam menjalankan usahanya. Annabelle, adiknya yang berumur tujuh tahun juga memiliki ide untuk aplikasi iPhone. Bila ide ini dapat terealisasi, Connor rencananya akan menjadi investor dalam perusahaan adiknya. Kapan di Indonesia ada yang seperti ini ya… jadi pingin nyoba buat ah..